...indonesiaku: sopir angkot, nurul mukminin menggendong bayi perempuannya, bilqis yang berusia 3,5 bulan sambil mencari nafkah di jalanan rute mangkang-johar semarang. istrinya tiada november tahun lalu, satu setengah bulan usai melahirkan bilqis secara prematur. semula bilqis sempat dititipkan ke tetangga. tapi tak lama. karena hasil narik angkot, sekitar 70 ribu sehari, tak cukup untuk setoran, beli susu, bayar pengasuh, dan bayar cicilan biaya persalinan di rumah sakit, nurul pun ambil keputusan drastis. "bilqis saya asuh sendiri sambil kerja. saya nggak enak sama juragan angkot, setoran kurang terus. malah sering bantu saya beli susu," kata perantauan asal bengkulu itu. hampir 1,5 bulan bilqis 'hidup di kejamnya jalanan' yang jauh dari sehat untuk bayi. penuh polusi, panas, bising dan risiko celaka. "alhamdulillah, meski kadang saya ajak kerja sampai malam, bilqis jarang sakit," kata nurul yg punya dua anak. meski berat menghidupi keluarga, nurul bertekad menuntaskannya. "banyak yg pingin adopsi bilqis, tapi saya tolak. anak adalah amanah. almarhum istri saya berpesan kepada saya untuk merawat anak-anak," ujar nurul dengan suara bergetar. barulah setelah kisahnya diliput media, pihak kelurahan tergerak hatinya. jika ditinggal ayahnya mengais rejeki: kelurahan menyediakan pekerja sosial gratis untuk merawat si anak piatu itu...

Posted by Danang Roesdiatmoko on Monday, February 10, 2020